in

Selama PPKM Darurat, Bansos Tunai Rp 600 Ribu Dicairkan Sekaligus, Ini Cara Cek Penerimanya

Pandemi Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia. Bahkan kini, angka penyebaran Covid-19 makin terus bertambah.

Sejumlah upaya pun dilakukan untuk menekan angka ini. Salah satunya ialah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Seiring akan diberlakukannya PPKM Darurat yang akan berdampak di beberapa sektor, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma menyampaikan pihaknya akan menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST).

“BST akan disalurkan untuk bulan Mei dan Juni, setelah sebelumnya berhenti di April. Kita berharap pekan ini atau paling lambat pekan depan bansos ini dapat tersalur,” ujar Risma di Jakarta, Kamis (1/7/2021).

Untuk besaran BST yang akan diberikan adalah senilai Rp300 ribu per bulan dan akan disalurkan kepada warga di setiap awal bulan, sedangkan pada Mei dan Juni akan diberikan Rp600 ribu sekaligus.

“Warga akan menerima Rp600 ribu sekaligus, tapi saya minta jangan diijonkan dan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja,” pinta Risma.

Untuk target penyaluran per bulannya, BST menyasar 10 juta penerima bantuan, penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 18,8 juta, serta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 10 juta.

“Untuk perpanjangan dua bulan ini, kita harapkan akan dibayarkan pada bulan Juli dan Agustus, targetnya 10 juta KPM di 34 provinsi,” kata Sri Mulyani. Adapun kriteria penerima Bansos Tunai Rp 300 ribu, yakni:

  1. Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK);
  2. Memiliki Kartu Keluarga (KK);
  3. Memiliki nomor telepon yang bisa dihubungi.

Cara Cek Penerima Bansos Tunai Rp 300 Ribu

  1. Akses laman cekbansos.kemensos.go.id.
  2. Kemudian, masukkan data
    :- Provinsi
    – Kabupaten/Kota
    – Kecamatan
    – Desa/Kelurahan
    – Nama lengkap sesuai KTP
  3. Masukkan kode yang tertera pada kolom bagian bawah.
  4. Terakhir, Klik tombol “Cari”

Nantinya, akan muncul hasil pencarian data berupa alamat penerima, periode bansos, dan identitas penerima.

Selain itu, jika sudah menerima bansos, maka pada kolom akan ada keterangan status “Sudah Salur” di bagian jenis bansosnya.

Sistem akan mencocokkan Nama Penerima dan Wilayah yang diinput, serta membandingkan dengan nama yang ada dalam database Kemensos.

“Soal data penerima bansos sudah dibersihkan kemarin, tapi ada 3,6 juta yang nyangkut di bank dan tadi sudah di-clearkan dalam rapat,” kata Risma.

Data nyangkut itu, dikarenakan nama yang tercantum di data bank tidak persis sama dengan data milik Kementerian Sosial yang sudah padan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Di bank itu nama minimal 3 huruf dan tidak berbentuk angka, seperti nama ‘IT’, NA70, namun untuk kesalahan minor lainnya masih bisa dikoordinasikan,” terang Risma.

Teknis penyaluran BST seperti biasa melalui kantor pos, sedangkan untuk BPNT dan PKH akan disalurkan melalui jaringan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara).

“Jadi, mudah-mudahan paling telat bisa direalisasikan pekan kedua bulan ini dan kita usahakan agar semua bisa tersalurkan kepada warga,” terang Risma.

Penyaluran bantuan ini tidak mengganggu anggaran dari Kementerian Sosial, melainkan ada tambahan anggaran dari Pemerintah untuk dua bulan, yaitu pada bulan Mei danJuni sebanyak Rp 2,3 triliun.

“Sebetulnya ada total tambahan sebesar Rp 6 triliun untuk penyaluran selama dua bulan, tapi kita masih punya uang spare sebanyak Rp 3 triliun sekian,” ungkapnya.

Upaya percepatan bantuan ini juga diimbangi dengan adanya pengawasan penggunaan dana bansos yang dilakukan dari struk belanja penerima manfaat, jika dibelanjakan selain untuk kebutuhan pokok.

“Evaluasi penggunaan uang bansos bisa dilihat dari struk belanja penerima bansos, digunakan untuk barang kebutuhan pokok atau barang yang lain,” pungkasnya.

sumber: tribunnews.com

Baca Juga:  CARA CEK Apakah Anda Dapat Bantuan di Bulan Mei: Ada BLT UMKM, BLT Dana Desa, PKH, hingga BPNT

SIMAK JUGA

Dibuka Sampai 28 Juni 2021, Ini Link Cara Daftar BLT UMKM Rp 1,2 Juta Tahap 3 di Seluruh Indonesia

DAFTAR Formasi CPNS untuk Lulusan SMA hingga S2 di Kemenkumham 2021, Ini Persyaratannya